Santiago De Compostela, Akhir Perjalanan Spiritual Yang Legendaris Di Galicia
berkelana.id - Di ujung barat laut Spanyol, di wilayah Galicia yang hijau dan berkabut, terletak Santiago de Compostela — kota kecil yang telah menjadi simbol perjalanan spiritual terbesar di Eropa selama lebih dari 1.000 tahun. Kota ini adalah tujuan akhir dari Camino de Santiago (Jalan Santo Yakobus), jaringan rute peziarah yang membentang dari berbagai penjuru Eropa menuju Katedral Santiago de Compostela, tempat yang diyakini menyimpan makam Rasul Santo Yakobus Agung (Saint James the Greater).
Kota tua Santiago de Compostela ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1985, dan Camino de Santiago sendiri menjadi Warisan Dunia pada 1993. Hingga tahun 2025–2026, jumlah peziarah terus memecahkan rekor, dengan ratusan ribu orang tiba setiap tahun untuk alasan spiritual, petualangan, atau refleksi pribadi.
Berikut pemandangan ikonik yang menyambut para peziarah di akhir perjalanan mereka — Plaza del Obradoiro dengan Katedral megah di belakangnya:
Sejarah Singkat: Dari Legenda hingga Katedral Megah
Menurut legenda, setelah Santo Yakobus dimartir di Yerusalem sekitar tahun 44 M, tubuhnya dibawa secara ajaib ke Galicia. Pada abad ke-9, seorang pertapa menemukan makamnya setelah melihat bintang-bintang (composita stella → Compostela). Raja Alfonso II membangun kapel pertama, dan sejak itu kota ini berkembang menjadi pusat ziarah Kristen terbesar ketiga setelah Yerusalem dan Roma.
Katedral saat ini dimulai pembangunannya pada tahun 1075 dalam gaya Romanesque, kemudian diperkaya dengan elemen Gothic dan Baroque (terutama fasad Obradoiro yang dramatis pada abad ke-18). Interiornya menyimpan Pórtico de la Gloria karya Maestro Mateo — salah satu mahakarya patung Romanesque dunia.
Pengalaman Ikonik di Katedral Santiago
Tidak ada yang lebih emosional daripada momen peziarah tiba di Plaza del Obradoiro setelah berjalan ratusan kilometer:
Di dalam katedral, ritual paling terkenal adalah Botafumeiro — pedupaan raksasa seberat 53 kg yang diayunkan oleh tim "tiraboleiros" melintasi nave dengan kecepatan tinggi, mengisi udara dengan aroma dupa yang kuat.
Berikut momen spektakuler Botafumeiro sedang "terbang":
Jalan-jalan di Kota Tua: Labirin Batu yang Magis
Kota tua Santiago penuh dengan gang-gang sempit berbatu, plaza kecil, dan bangunan granit abu-abu yang berkilau saat hujan (Galicia terkenal dengan cuaca hujan!). Arsitektur Romanesque, Gothic, dan Baroque bercampur harmonis.
Suasana jalanan kota tua yang romantis dan mistis:
Atraksi Utama & Hal yang Wajib Dilakukan
| Atraksi / Aktivitas | Deskripsi Singkat | Waktu Terbaik / Tips |
|---|---|---|
| Katedral & Plaza del Obradoiro | Pusat spiritual, fasad Baroque, Pórtico de la Gloria | Datang pagi/sore untuk suasana lebih tenang |
| Botafumeiro | Pedupaan raksasa (cek jadwal misa khusus) | Biasanya Jumat & hari raya |
| Museo da Catedral | Harta karun seni religius & sejarah | Tiket kombinasi dengan atap katedral |
| Atap Katedral (termasuk tur) | Pemandangan 360° kota & plaza | Booking jauh hari! |
| Cidade da Cultura | Bangunan modern Peter Eisenman, museum & teater | Untuk kontras modern vs tua |
| Tapas & Pulpo a la Gallega | Makanan laut segar, anggur Albariño | Zona Rua do Franco & environs |
| Monte do Gozo | Bukit terakhir sebelum kota — view sunset epik | Akhir Camino atau short walk |
Pemandangan indah kota dari Monte do Gozo saat matahari terbenam:
Kapan Waktu Terbaik Berkunjung? (Update 2026)
| Periode | Cuaca & Keramaian | Rekomendasi |
|---|---|---|
| April – Mei | Segar, hijau, peziarah mulai ramai | Bagus, tapi bisa hujan |
| Juni – Agustus | Hangat (max ~24–26°C), paling ramai | Musim puncak Camino, festival St. James (25 Juli) |
| September – Oktober | Mild, warna musim gugur, lebih tenang | Waktu terbaik secara keseluruhan |
| November – Maret | Dingin & sangat hujan, sepi | Atmosfer mistis, harga murah |
Catatan 2026: Musim semi dan gugur tetap jadi favorit karena keseimbangan cuaca dan jumlah peziarah. Bulan Juli–Agustus sangat ramai, terutama sekitar Hari Santo Yakobus (25 Juli).
Santiago de Compostela bukan sekadar kota tujuan — ia adalah perasaan. Entah Anda menyelesaikan Camino setelah berminggu-minggu berjalan, atau hanya datang sebagai wisatawan, momen berdiri di Plaza del Obradoiro sambil melihat katedral megah di depan mata selalu meninggalkan kesan mendalam.