Tutug Oncom, Nasi Campur Oncom Khas Sunda yang Gurih dan Harum
berkelana.id - Tutug Oncom (atau sering disebut Nasi Tutug Oncom/NTO) adalah hidangan khas Sunda dari Tasikmalaya dan Garut, Jawa Barat. Nasi hangat yang ditutug (ditumbuk/dicampur) dengan oncom goreng yang telah dibumbui, menghasilkan aroma khas fermentasi yang menggugah selera. Rasanya gurih, sedikit pedas, dan harum—bisa dinikmati tanpa lauk pun sudah enak, tapi lebih mantap dengan lalapan, sambal, dan gorengan.
Asal Usul dan Keunikan
Tutug Oncom berasal dari masyarakat Sunda pedesaan yang memanfaatkan oncom—fermentasi ampas tahu/kacang dengan jamur Neurospora. Oncom merah (dari kacang) atau hitam (dari ampas tahu) digoreng kering hingga renyah, lalu ditumbuk halus dengan bumbu seperti kencur, bawang, dan cabai. Proses "tutug" (menumbuk dalam cobek) membuat nasi menyerap rasa oncom sempurna, menghasilkan aroma khas yang bikin kangen kampung halaman. Hidangan ini sederhana, murah, dan bergizi tinggi berkat protein dari oncom.
Tempat Mencicipi Terbaik
Di Bandung atau Tasikmalaya, banyak warung legendaris seperti Nasi Tutug Oncom Burangrang atau di pinggir jalan Garut. Kini juga populer di Jakarta dan kota besar lainnya sebagai menu sarapan atau makan siang.
Resep Mudah Tutug Oncom di Rumah
Bahan (untuk 4 porsi):
- Nasi hangat: 500 gram
- Oncom: 200 gram (merah/hitam, pilih yang segar agar tidak asam)
- Bumbu halus: 5 bawang merah, 3 bawang putih, 2 cm kencur, cabai rawit secukupnya, garam, gula
- Daun kemangi atau kucai untuk aroma
Cara membuat:
- Goreng oncom kering hingga renyah (jangan terlalu gosong), tiriskan dan haluskan.
- Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan oncom goreng, aduk rata, beri sedikit air agar tidak kering.
- Campur nasi hangat ke dalam tumisan oncom, tutug/aduk hingga rata (bisa pakai cobek untuk autentik).
- Sajikan dengan lalapan (timun, kemangi), sambal terasi/goang, ikan asin, atau ayam goreng.
Tips: Gunakan oncom segar agar tidak pahit/asam. Tambah BonCabe untuk versi pedas modern.
Tutug Oncom adalah bukti kekayaan kuliner Sunda yang sederhana tapi penuh cita rasa. Cocok untuk menu harian atau nostalgia rasa kampung. Yuk, coba buat sendiri—dijamin nambah nasi terus!