Jalangkote, Gorengan Pastel Khas Makassar yang Gurih dan Menggugah Selera
berkelana.id - Jalangkote adalah camilan goreng khas Makassar, Sulawesi Selatan, yang sering disamakan dengan pastel karena bentuk dan isiannya. Namun, jalangkote memiliki ciri khas sendiri: kulit lebih tipis dan renyah, isian padat dengan sayuran serta bihun, dan selalu disajikan dengan saus cuka pedas manis yang segar. Makanan ini menjadi ikon kuliner Makassar, sering dijadikan oleh-oleh atau kudapan sehari-hari.
Sejarah dan Asal Nama Jalangkote
Nama "jalangkote" berasal dari bahasa Makassar: "jalang" artinya berjalan, dan "kote" artinya berteriak atau berkotek. Dulu, jalangkote dijual keliling oleh anak-anak yang berjalan sambil berteriak memanggil pembeli. Sejarahnya diperkirakan muncul pada abad ke-19, dipengaruhi empanada dari Spanyol/Portugis melalui pedagang kolonial, atau resep Tionghoa yang diadaptasi lokal.
Jalangkote termasuk top 10 kuliner ikonik Makassar versi pemerintah setempat, simbol makanan rakyat yang terjangkau dan kaya rasa.
Bahan dan Cara Membuat Jalangkote
Kulit jalangkote terbuat dari tepung terigu, margarin, telur, dan air, membuatnya renyah tahan lama. Isian klasik:
- Wortel, kentang, tauge, bihun.
- Telur rebus, daging cincang (opsional).
- Bumbu: Bawang merah/putih, lada, garam.
Saus cuka khas: Campur cuka, air rebusan isian, bawang putih, cabe, gula—memberi rasa pedas asam manis segar.
Cara singkat: Tumis isian, bungkus adonan, goreng hingga kuning keemasan.
Variasi dan Popularitas Jalangkote
Varian isian beragam: Ayam, sapi, seafood, atau vegetarian. Modern ada tambahan keju atau pedas ekstra. Jalangkote sering jadi takjil Ramadan atau camilan pasar malam.
Di Makassar, banyak pedagang legendaris; kini menyebar ke kota besar sebagai frozen food atau franchise.
Jalangkote adalah bukti kekayaan kuliner Makassar—sederhana, gurih, dan penuh cerita. Saat ke Sulsel, wajib coba dengan saus cukanya. Bisa juga buat sendiri di rumah untuk nostalgia rasa Daeng!