Hotteok, Pancake Manis Korea yang Jadi Ikon Jajanan Musim Dingin
berkelana.id - Hotteok merupakan salah satu jajanan kaki lima paling populer dari Korea Selatan yang dikenal dengan cita rasa manis, tekstur lembut, dan isian yang meleleh di dalam. Makanan ini sering dijumpai di pasar tradisional dan gerobak street food, terutama saat musim dingin tiba. Kehangatan hotteok bukan hanya berasal dari cara penyajiannya yang disajikan panas, tetapi juga dari rasa nostalgia dan kenyamanan yang melekat di setiap gigitannya.
Secara tampilan, hotteok menyerupai pancake tebal dengan permukaan kecokelatan yang renyah. Adonannya dibuat dari campuran tepung terigu, ragi, gula, dan air hangat, menghasilkan tekstur yang empuk dan sedikit kenyal. Keistimewaan hotteok terletak pada isiannya, yang umumnya berupa campuran gula merah, kacang cincang, dan bubuk kayu manis. Saat dipanggang, gula di dalamnya meleleh dan menciptakan sensasi manis yang kaya serta aroma yang menggoda.
Proses pembuatan hotteok cukup sederhana namun membutuhkan ketelatenan. Adonan yang telah difermentasi diisi dengan campuran gula dan kacang, kemudian dibulatkan dan dipanggang di atas wajan datar. Saat dipanggang, adonan ditekan hingga pipih, memungkinkan isian menyebar merata di dalam. Hasilnya adalah pancake dengan bagian luar yang sedikit garing dan bagian dalam yang lembut serta lumer.
Hotteok memiliki sejarah panjang sebagai makanan rakyat. Jajanan ini dipercaya mulai dikenal luas pada awal abad ke-20, dipengaruhi oleh budaya kuliner Tiongkok yang kemudian diadaptasi sesuai selera lokal Korea. Seiring waktu, hotteok berkembang menjadi simbol street food Korea yang mudah dijangkau oleh semua kalangan, dari pelajar hingga pekerja kantoran.
Kini, hotteok hadir dalam berbagai variasi modern. Selain isian klasik gula dan kacang, terdapat hotteok dengan isian keju, cokelat, teh hijau, hingga versi gurih berisi sayuran dan mi kaca. Inovasi ini membuat hotteok tetap relevan di tengah tren kuliner global, tanpa kehilangan identitas aslinya sebagai jajanan sederhana yang menghangatkan.
Di Korea, menikmati hotteok sering menjadi bagian dari pengalaman berjalan-jalan di pasar malam. Uap panas yang mengepul dari wajan, aroma manis kayu manis, serta suara desis adonan yang dipanggang menciptakan suasana khas yang sulit dilupakan. Tak heran jika hotteok kerap diasosiasikan dengan kenangan masa kecil dan kebersaksian musim dingin.
Popularitas hotteok juga meluas ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Rasa manisnya yang tidak berlebihan dan teksturnya yang nyaman di lidah membuat hotteok mudah diterima oleh berbagai kalangan. Banyak pecinta kuliner yang mencoba membuatnya sendiri di rumah, menjadikannya sajian camilan yang cocok dinikmati kapan saja.
Hotteok bukan sekadar pancake manis, melainkan representasi budaya kuliner Korea yang mengutamakan kesederhanaan, kehangatan, dan rasa. Di balik tampilannya yang sederhana, hotteok menyimpan cerita tentang tradisi, inovasi, dan kenikmatan kecil yang mampu menghadirkan rasa bahagia dalam setiap gigitan.