Es Dawet, Minuman Tradisional Penyejuk Dahaga Khas Nusantara

Es Dawet, Minuman Tradisional Penyejuk Dahaga Khas Nusantara

berkelana.id - Es Dawet, yang juga dikenal sebagai es cendol di banyak daerah, adalah minuman segar tradisional Indonesia yang terbuat dari dawet (cendol) hijau kenyal, kuah santan manis gurih, dan gula merah cair. Dengan warna hijau cerah dari daun pandan, tekstur licin dawet yang meluncur di tenggorokan, serta rasa manis legit yang menyegarkan, Es Dawet menjadi favorit untuk pelepas dahaga di cuaca panas atau sebagai takjil saat berbuka puasa.

Minuman ini populer di seluruh Indonesia, terutama di Jawa, dan sering dijual keliling oleh pedagang dengan gerobak khas.

Asal Usul Es Dawet

Es Dawet berakar dari budaya Jawa, dengan variasi di berbagai daerah. Yang paling terkenal adalah Dawet Ayu dari Banjarnegara, Jawa Tengah, yang diciptakan oleh Mbok Dawet (Siti Aminah) pada era 1920-an. Karena rasanya yang "ayu" (cantik/enak), minuman ini dinamai demikian dan menjadi ikon kuliner setempat hingga kini dikelola turun-temurun.

Di daerah lain, disebut es cendol dan memiliki cerita serupa sebagai minuman rakyat yang sederhana tapi nikmat.

Bahan-Bahan Utama

Keunikan Es Dawet ada pada dawet hijau alami:

  • Dawet/cendol: Dari tepung beras (kadang dicampur tepung sagu/hunkwe), air daun pandan dan suji untuk warna hijau natural.
  • Kuah santan: Santan kelapa kental dimasak dengan gula merah aren dan daun pandan.
  • Gula merah cair: Manis legit dari gula aren asli.
  • Es serut: Untuk sensasi dingin.
  • Pelengkap opsional: Nangka, durian, tape, atau kinca.

Variasi Es Dawet di Indonesia

  • Dawet Ayu Banjarnegara: Paling otentik, santan kental dan dawet kenyal.
  • Es Cendol Elizabeth (Bandung): Legendaris dengan tambahan durian.
  • Es Dawet Ireng (Purworejo/Yogya): Dawet hitam dari abu merang padi, kuah lebih pekat.
  • Es Cendol Kekinian: Variasi modern dengan topping bubble, cheese, atau cokelat.

Cara Membuat Es Dawet Sederhana di Rumah

  1. Buat dawet: Campur tepung beras dengan air pandan-suji, masak hingga kental, cetak melalui saringan ke air es.
  2. Rebus santan dengan gula merah, daun pandan, dan garam hingga larut, dinginkan.
  3. Tata dawet di gelas, tambah es serut, siram kuah santan dan gula merah cair.
  4. Sajikan dingin!

Es Dawet bukan hanya minuman, tapi warisan budaya yang membawa nostalgia dan kesejukan. Cocok dinikmati kapan saja, terutama di hari panas. Coba buat sendiri atau cari pedagang keliling—satu gelas pasti bikin ketagihan!

Read more