Croissant, Pastry Ikonik yang Renyah, Buttery, dan Penuh Sejarah

Croissant, Pastry Ikonik yang Renyah, Buttery, dan Penuh Sejarah

berkelana.id - Siapa yang bisa menolak aroma mentega panggang yang menguar dari croissant segar? Pastry berbentuk bulan sabit ini telah menjadi simbol sarapan Prancis yang mewah, tapi tahukah Anda bahwa asal-usulnya justru dari Austria? Ya, croissant bukanlah ciptaan asli Prancis, melainkan evolusi dari kipferl Wina yang legendaris. Hingga tahun 2026, croissant tetap jadi favorit global, dengan variasi inovatif seperti "crookie" (croissant + cookie) yang viral di Paris dan dunia.

Berikut croissant klasik yang baru dipanggang, dengan lapisan renyah dan bagian dalam lembut yang menggoda:

Sejarah Croissant: Dari Kipferl Austria ke Ikon Prancis

Croissant modern berasal dari kipferl, roti berbentuk crescent yang sudah ada di Austria sejak abad ke-13. Menurut catatan, kipferl pertama kali disebut pada tahun 1227 sebagai hadiah Natal untuk Duke Leopold di Wina.

Legenda populer menghubungkannya dengan kemenangan Austria atas Ottoman pada 1683 di Battle of Vienna. Para pembuat roti yang bekerja malam hari mendengar terowongan musuh dan memberi peringatan, lalu merayakannya dengan roti berbentuk bulan sabit (simbol Ottoman).

Versi Prancis muncul pada 1838–1839 ketika August Zang, perwira artileri Austria, membuka Boulangerie Viennoise di Paris. Ia memperkenalkan kipferl, yang kemudian diadaptasi baker Prancis dengan teknik laminasi (lipat adonan dengan mentega) untuk hasil lebih ringan dan flaky.

Pada 1915, Sylvain Claudius Goy mencatat resep croissant pertama dengan adonan beragi berlapis. Croissant resmi jadi produk nasional Prancis pada 1920.

Mengapa Croissant Begitu Istimewa?

Rahasia kelezatannya ada pada proses laminasi: adonan dilipat berkali-kali dengan lapisan mentega, menciptakan ratusan lapis tipis yang mengembang saat dipanggang, menghasilkan tekstur renyah luar-lembut dalam.

Fakta menarik:

  • Butuh 27–81 lapis adonan untuk croissant sempurna.
  • Croissant asli Prancis harus menggunakan mentega AOP (Appellation d'Origine Protégée) minimal 82% lemak.
  • Satu croissant klasik mengandung sekitar 200–300 kalori, setengahnya dari mentega!
  • Bentuk crescent bukan hanya estetika, tapi simbol kemenangan historis.

Proses laminasi yang rumit — adonan digulung dan dilipat dengan mentega berkali-kali:

Variasi Croissant di Seluruh Dunia (Update 2026)

Croissant klasik polos, tapi variasinya tak terhitung:

VariasiIsi/UtamaAsal/Populer diKalori Estimasi
Pain au ChocolatBatang cokelat di dalamPrancis (favorit anak-anak)350–400
Almond CroissantFrangipane almond + almond slicePrancis, global400–500
Ham & CheeseHam, keju Gruyère/EmmentalPrancis, brunch spot450–550
CrookieDiisi cookie dough, viral 2024–2026Paris (Stephane Louvard), TikTok500+
Kubaneh CroissantFusion Yemen-Prancis, buttery twistIsrael, New York400–600
Vegan CroissantMentega nabati, susu almondTren kesehatan global250–350

Cara Membuat Croissant di Rumah (Resep Sederhana)

Membuat croissant butuh kesabaran (2–3 hari karena fermentasi), tapi hasilnya worth it!

Bahan (untuk 12 croissant):

  • 500g tepung terigu protein tinggi
  • 10g garam
  • 50g gula
  • 10g ragi instan
  • 250ml susu dingin
  • 300g mentega dingin (untuk laminasi)
  • 1 telur untuk olesan

Langkah singkat:

  1. Campur tepung, garam, gula, ragi, susu → uleni jadi adonan. Istirahat 1 jam, lalu dinginkan semalaman.
  2. Bentuk mentega jadi persegi, bungkus dengan adonan → lipat 3 (tour simple) 3–4 kali, istirahat dingin tiap lipatan.
  3. Gilas adonan 4mm, potong segitiga, gulung dari pangkal ke ujung.
  4. Proofing 2 jam, oles telur, panggang 180°C 15–20 menit sampai golden.

Tips 2026: Gunakan mentega Eropa berkualitas untuk rasa autentik. Tren: tambah matcha atau ube untuk variasi Asia.

Croissant adalah bukti bagaimana makanan bisa "bermigrasi" dan berevolusi — dari kipferl sederhana Austria jadi pastry buttery yang mendunia. Di era 2026, dengan tren fusion seperti crookie atau croissant cube (bentuk kotak viral di Asia), croissant tetap relevan dan inovatif.

Coba panggang sendiri atau buru yang terbaik di bakery lokal. Selamat menikmati gigitan renyah yang penuh mentega!

Read more